Label

Rabu, 02 April 2014

PIN PROTECSI TV SHARP



pin proteksi tv sharp   ****NANO SERVS ELECTRONIC*****

Sharp
http://www.beteve.com/img/sidesep.gif
Chasis UA-1, Menggunakan IC IX3368CEN1-5 Atau IX3410CEN1-5
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,3 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J223
D609
Tegangan 8V
Anoda D609 = 3.3 Volt
Lepaskan D609
D606
ABL / X-ray
Anoda D606 = 3.3 Volt
Lepaskan D606
D614, Q603
Heater / X-ray
Anoda D614 = 3.3 Volt
Collector Q603 = 3.3 Volt
Lepaskan D614
Lepaskan Q603
D752
Tegangan 5V
Anoda D752 = 3.3 Volt
Lepaskan D752
D504
Tegangan 16V (Sound Amp)
Anoda D504 = 3.3 Volt
Lepaskan D504
D502
Tegangan 45V (Vertikal)
Anoda D502 = 3.3 Volt
Lepaskan D502
D503
Vertikal Output
Anoda D503 = 3.3 Volt
Lepaskan D503
D613
Tegangan 180V
Anoda D613 = 3.3 Volt
Lepaskan D613
Chasis UA-1 (Lubang), Menggunakan IC IX3368CEN7
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,4 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J208 dan D203
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 3.4 Volt
Lepaskan D203
D607
Tegangan 190V
Anoda D607 = 3.4 Volt
Lepaskan D607
D604, Q603
Heater / X-ray
Anoda D604 = 3.4 Volt
Collector Q603 = 3.4 Volt
Lepaskan D604
Lepaskan Q603
D601
ABL / X-ray
Anoda D601 = 3.4 Volt
Lepaskan D601
Q501
Tegangan Supply Vertikal
Collector Q501 = 3.4 Volt
Lepaskan D501
Menggunakan IC IX 2938CE, TB1226
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (5,1 V)
D616
Tegangan 9V
Anoda D616 = 5.1 Volt
Lepaskan D616
D607
Tegangan 180V
Anoda D607 = 5.1 Volt
Lepaskan D607
Q607
Heater / X-ray
Collector Q607 = 5.1 Volt
Lepaskan Q607
D606
ABL / X-ray
Anoda D606 = 5.1 Volt
Lepaskan D606
D611
Tegangan 5V
Anoda D611 = 5.1 Volt
Lepaskan D611
D201
Tegangan 9V
Anoda D201 = 5.1 Volt
Lepaskan D201
Menggunakan IC IX 2694, M52340
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.38 IC1001 (0 V)
D606
Heater / X-ray
Anoda D606 = 0 Volt
Lepaskan D606
D616
ABL / X-ray
Anoda D616 = 0 Volt
Lepaskan D616
Q603
ABL / X-ray
Collector Q603 = 0 Volt
Lepaskan Q603
D610
Heater / X-ray
Anoda D610 = 0 Volt
Lepaskan D610
Chasis G2 Menggunakan IC IX 3031CE, TB1226
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (3,3 V)
D618
Tegangan 9V
Anoda D618 = 3,3 Volt
Lepaskan D618
D607
Heater / X-ray
Anoda D607 = 3,3 Volt
Lepaskan D607
Q607
Heater / X-ray
Collector Q607 = 3,3 Volt
Lepaskan Q607
D606
ABL / X-ray
Anoda D606 = 3,3 Volt
Lepaskan D606
D611
Tegangan 5V
Anoda D611 = 3,3 Volt
Lepaskan D611
GA-4M Chasis, Menggunakan IC IXB226WJ, M61260
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.7 IC1001 (4.5 V)
D605
Tegangan 185V
Anoda D605 = 4,5 Volt
Lepaskan D605
D608
ABL / X-ray
Katoda D607 = 4,5 Volt
Lepaskan D608
Q603
Heater
Collector Q603 = 4,5 Volt
Lepaskan Q603
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 4,5 Volt
Lepaskan D203
D1091
Tegangan 9V
Anoda D606 = 4,5 Volt
Lepaskan D1091
Pin No.6 IC1001 (3.4 V)
D1010
Tegangan 15V
Pin No.6 IC1001 = 3.4 Volt
Lepaskan D1010
Chasis GA-6, Menggunakan IC IXB725WJ, Chasis GA-7 Menggunakan IC IXB855WJZZ
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V)
D1005
Tegangan 9V
Anoda D1005 = 4,1 Volt
Lepaskan D1005
D608
ABL / X-ray
Katoda D608 = 4,1 Volt
Lepaskan D608
Q603
Heater
Collector Q603 = 4,1 Volt
Lepaskan Q603
D805, D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D805 & D203 = 4,1 Volt
Lepaskan D203
D204
Tegangan 5V (Tuner)
Anoda D204 = 4,1 Volt
Lepaskan D204
Pin No.7 IC801 (3.9 V)
D1002
Power supply (AC-Detect)
Pin No.7 IC801 = 3.9 Volt
Lepaskan D1002
Pin No.8 IC801 (0.6 V)
R523
Vertical
Pin No.8 IC801 = 0.6 Volt
Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC080WJN5Q
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J497
D1108
Tegangan 5V
Anoda D1008 = 4,1 Volt
Lepaskan D1108
D605
Tegangan 185V
Katoda D605 = 4,1 Volt
Lepaskan D605
D608, D607
ABL / X-ray
Katoda D608 = 4,1 Volt
Lepaskan D608
Q603, D604
Heater / X-ray
Collector Q603 = 4,1 Volt
Lepaskan Q603
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 4,1 Volt
Lepaskan D203
D1105
Tegangan 5V
Anoda D1105 = 4,1 Volt
Lepaskan D1105
Pin No.64 IC801 (3.9 V)
D1002
Power supply (AC-Detect)
Pin No.64 IC801 = 3.9 Volt
Lepaskan D1002
Pin No.65 IC801 (0.6 V)
R523
Vertical
Pin No.65 IC801 = 0.6 Volt
Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC688WJ / IC IXC844WJ
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.81 IC801 (4.1 V)
D1108
Tegangan 5V
Anoda D1008 = 4,1 Volt
Lepaskan D1108
D605
Tegangan 185V
Katoda D605 = 4,1 Volt
Lepaskan D605
D608, D607
ABL / X-ray
Katoda D608 = 4,1 Volt
Lepaskan D608
Q603, D604
Heater / X-ray
Collector Q603 = 4,1 Volt
Lepaskan Q603
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 4,1 Volt
Lepaskan D203
D1105
Tegangan 5V
Anoda D1105 = 4,1 Volt
Lepaskan D1105
Pin No.82 IC801 (3.9 V)
D1002
Power supply (AC-Detect)
Pin No.82 IC801 = 3.9 Volt
Lepaskan D1002
Pin No.83 IC801 (0.6 V)
R523



 ***Demi keberlangsungan blog ,harap tinggalkan pesan ....silahkan COPAS sepuasnya***

Selasa, 01 April 2014

PIN PROTECSI TV SANYO



PIN PROTEKSI SANYO

Sanyo
Model / Series
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Menonaktifkan Proteksi
Chasis FC-3A
Pin No.27 IC Micom
(LC 8634XX / LC 8632XX, QXXAVB864P, QXXAVC044P)
Me-nonaktifkan protek utama,
lepaskan R830 (1 K ohm)
Q527
Vertical
Lepaskan RQ527
D681
Tegangan 9V
Lepaskan D681
D682
Tegangan 24V
Lepaskan D682
Q449, D468
X-Ray
Lepaskan Q449 & D468
D664
Tegangan 12V
Lepaskan D664
D486
Tegangan 180V
Lepaskan D486
Chasis EB-2A, AA1-A
Pin No.31 IC Micom (QXXAAC22XX)
D392
Tegangan 24V
Lepaskan D392
D393
Tegangan 12V
Lepaskan D393
D391
Tegangan 180V
Lepaskan D391
Chasis AC-1A
Pin No.41 IC Micom (QXXAAC23XX)
D445
ABL/X-Ray
Lepaskan D445
D492
Tegangan 180V
Lepaskan D492
D655
Tegangan 8V
Lepaskan D655
D654
Tegangan 12V
Lepaskan D654
Q527
Vertikal Out
Lepaskan Q527
D646
Tegangan 24V
Lepaskan D646
Chasis A-3A
Pin No.15 IC Micom (M34300N4-XXXSP)
D792
Tegangan 9V
Lepaskan D792
CG21XS2
Pin No.23 IC Jungle (LA769XX)

Power fail
Lepaskan J830



*nanno service electronic***

PIN PROTECSI TV POLYTRON & LG



Polytron…nanno service electronic….
http://www.beteve.com/img/sidesep.gif
Model / Series
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
DIVA Series, DIPE Series
Pin No.62 IC HBT-00-0X
Vertikal Output
5 Volt
Suntik Pin No.62 tegangan 5V
EXCEL Series
Pin No.61 STV223X
BCL (Beam Current Limiter)
5 Volt
Lepaskan J345
BML Chasis (MX5203MS, MX-20323)
Pin No16 IC701(HBM-00-XX)
Vertikal Output
5 Volt
Suntik Pin No.16 tegangan 5V
Pin No.46 IC301 (STV228X)
BCL (Beam Current Limiter) Lewat D304
5 Volt
Lepaskan D304


PIN PROTEK TV LG



http://www.beteve.com/img/sidesep.gif
Model / Series
Masukan Proteksi
Menonaktifkan Pusat Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Menonaktifkan Proteksi
Chasis MC-83A
Pin No.8 IC 01(M37272M) = 4V
Lepaskan Q16 (C3198Y)
D401
Heater / X-Ray
Lepaskan D401
D402
Tegangan 115V
Lepaskan D402
Chasis MC-84A
Pin No.41 IC 01(CXP86324) = 3.8V
Lepaskan R57 (100 Ω)
D301
Tegangan 16V
Lepaskan D301
D303
Tegangan 45V
Lepaskan D303
D744
Heater / X-Ray
Lepaskan D744
Chasis MC-64A
Pin No.20 IC 01(LG8634-15D) = 5V
Lepaskan JP102
Q302
Vertikal Output
Lepaskan Q302
D408
Tegangan pada T402
Lepaskan D408
D415
Tegangan 8V
Lepaskan D415
D8002
Heater / X-Ray
Lepaskan D8002
D416
Tegangan 8V
Lepaskan D416
Chasis MC-059
Pin No.25 IC 501(LG631) = 5V
Lepaskan Q16(C103)
Q403
Tegangan 110V
Lepaskan R423 (12K)
D303
Vertikal
Lepaskan D303
D401
Heater / X-Ray
Lepaskan D401

Selasa, 04 Februari 2014

Regulator tv cina melonjak


Prinsip dasar yang kami lakukan untuk menganalisa kenapa tegangan B+ melonjak pada power supply China.
clip_image002
 
Pertama pastikan Apakah disebabkan oleh bagian primer atau sekunder ?
  • Shortkan langsung ke ground kolektor Tr V553.
  • Jika tegangan B+ drops – artimya problem pada bagian sekunder
  • Jika teganan B+ tetap tidak berubah – problem pada bagian primer atau photo-coupler
 
Prinsip dasar yang perlu dipegang cara kerja Regulator :
  • Umpan balik dari tegangan B+ ke bagian primer regulator digunakan untuk mengatur tegangan naik-turun B+ melaui photo-coupler. Besarnya arus yang melalui diode-photocoupler akan menyebabkan perubahan nilai resistransi transistor-photocoupler.
  • Jika ARUS yang mengalir melalui diode-photocoupler NAIK, maka tegangan B+ akan TURUN
  • Sebaliknya jika ARUS yang mengalir TURUN – maka tegangan B+ akan NAIK……..bahkan mungkin dapat menyebabkan Tr Power reg jebol.
 
 
Contoh-contoh :
  • Misalnya jika R555 47 nilai molor. Arus diode photo-coupler mengalir dari B+ -- diode- photo-coupler – Tr V553. Karena R555 molor, maka arus yang memalui diode-photocoupler akan turun, dan akibatnya tegangan B+akan melonjak naik.
  • Jika diode zener VD561 short. Akibatnya arus yang melalui diode photocoupler – Tr VD553 akan naik. Akibatnya tegangan B+ akan turun
  • jika Photo-coupler rusak. Akibatnya tidak ada umpan balik ke bagian primer, akibatnya tegangan B+ akan melonjak sangat tinggi…dan tr Power jebol
  • Jika R552 nilai molor. Akan menyebabkan tegangan basis Tr V553 turun, akibatnya arus yang melalui kolektor Tr V553 maupun diode-photocoupler akan turun. Maka tegangan B+ akan melonjak naik
  • Jika R553 nilai molor. Akan menyebabkan tegangan pada basis Tr V553 naik, akibatnya arus yang melalui kolektor Tr V553 naik. Dan tegangan B+ akan drops.
  marsono***nanoservs.blogspot.com***

Flayback tidak nyembur pada tv cina

TMPA8873 flyback tidak nyembur


Untuk melacak kerusakan jika teve menggunakan UOC TMPA 8873 flyback belum bisa nyembur maka harus dipahami dulu syarat-sayaratnya, yaitu
  • Ada tegangan B+
  • Ada tegangan st-by 5v untuk bagian mikrokontrol, dan mikrokontrol sudah bekerja.
  • Bagian horisontal mendapat tegangan suply 8v pada pin-17 H.start
  • Pin-13 mengoutputkan sinyal pulsa-pulsa horisontal yang kemudian diperkuat oleh Tr Hor-drive dan Tr Hor-out.
 
Memahami UOC TMPA8873.
TMPA8873 merupakan UOC (Ultra One Chip) chip Toshiba yang terdiri dari bagian-bagian :
  • Mikrokontrol
  • Pembangkit pulsa-pulsa sinyal defleksi Horisontal/Vertikal
  • Video IF Amplifier + Video detektor
  • TV/Video switch
  • Proseor Video-Chroma
  • Prosesor sinyal suara (audio) FM
 
Bagian Mikrokontrol dan syaratnya yang diperlukan agar bisa bekerja.
  • Pin-9 mendapat tegangan suply Vdd 5v
  • Pin-5 mendapat input tegangan RESET (4.5v)
  • Pin-57/58 merupakan jalur komunikasi data SDA/SCL dengan ic memori (4.5v)
  • Pin-6/7 digunakan untuk pembangkit pulsa-pulsa osilator sistim menggunakan X-tal 8Mhz (1~2v)
  • Pin-64 merupakan output kontrol POWER untuk menghidup-matikan teve. Pada posisi st-by tegangan 4v, dan pada kondisi power-on tegangan berubah menjadi nol. Pin ini digunakan untuk mengontrol hidup-matinya sirkit yang men-suply tegangan untuk Horisontal Vcc pin-17.
clip_image002
clip_image004
  • Pin-55 adalah suply input 5v untuk Pembangkit sinyal OSD
  • Pin-3 Key-in merupakan masukan untuk kontrol tombol2 pada Front Panel (5v - tetapi jika tombol dipencet-pencet tegangan akan berubah sesuai tombol mana yang dipencet)
  • Pin-63 IR-input merupakan masukan kontrol dari Remote receiver (4.5v)
  • Tuner kontrol untuk mengontrol tegangan tuning VT dan Band-switch. Tuner kontrol seting dapat dirubah-ubah melalui seting service mode, tergantung dari jenis Tuner yang digunakan. Kesalahan seting data tuner kontrol akan mengakibatkan tidak bisa terima siaran (hanya noise)
 
Bagian Horisontal
  • Mendapat tegangan suply Vcc 8v pada pin-17. Tegangan suply ini dikontrol hidup-mati oleh pin-64.
  • Sinyal horisontal-out dikeluarkan dari pin-13.
  • Mendapat masukan pulsa H.AFC dari flyback pada pin-12 untuk menjaga agar frekwensi horisontal stabil.
  • Pin-14 merupakan filter H.AFC.
clip_image006
 
Contoh sirkit kontrol on-off tegangan H.Vcc
  • Q510 dikontrol on-off oleh pin-64
  • Q808 merupakan switch on-off suply tegangan 8V untuk pin-17
clip_image008
 
Bagian Vertikal
  • Bagian vertikal osilator akan bekerja jika pin-47 telah mendapat tegangan suply Vcc 5v. Oleh karena itu jika tidak ada tegangan 5v pada pin ini akan menyebabkan problem vertical satu garis.
  • Pulsa vertikal out dikeluarkan dari pin-16.
  • Pin-15 adalah filter untuk bagian Vertikal-saw (pembangkit gigi gergaji)
 
Bagian Video IF.
  • Bagian IF terdiri antara lain dengan Penguat IF, AGC, AFT, PLL Video detektor.
  • Bagian IF akan bekerja jika telah mendapat suply tegangan Vcc 5v pada pin-35.
  • Sinyal IF dari Tuner diinputkan secara balance lewat pin-41/42 setelah melewati SAW-filter
  • Sinyal gambar (video CVBS) di-uotput-kan dari pin-30
  • Tegangan RF-AGC untuk Tuner dioutputkan dari pin-43
  • Sambungan tegangan AFT bagian IF ke bagian mikrokontrol sudah disambungkan secara internal didalam ic.
  • Pin-35 adalah merupakan filter bagian PLL detektor
clip_image010
 
Bagian TV/Video switch :
  • Didalam ic sudah memiliki kontrol T/AV secara internal. Input untuk sinyal TV adalah pin-26 dan input untuk sinyal Video-in adalah pin-24
 
Bagian Prosesor sinyal Video-Chroma :
  • Didalam ic secara internal sinyal Video dipisahkan menjadi sinyal Y (luminance) dan sinyal CH (chroma). Sinyal Y selanjutnya diproses oleh Y Proc dan sinyal chroma diproses oleh bagian Chroma Proc.
  • Setelah itu kedua sinyal digabung kembali sehingga diperoleh sinyal RGB-Out yang dioutputkan melalui pin-50/51/52
  • Untuk bagian warna tidak membutuhkan X-tal dan sebagai gantinya frekwensi diperoleh dari frekwensi X-tal bagian mikrokontrol.
  • Pin-46 adalah merupakan filter APC untuk bagian warna.
clip_image012
 
Jalur sinyal sinkronisasi.
  • Sinkronisasi dioutputkan dari pin-48 dan diinputkan ke pin-62
  • Terputusnya jalur ini akan menyebabkan suara muting dan auto-serch tidak bisa nyantol.
clip_image014
 
Prosesor sinyal suara :
  • Mendapat suply Vcc 5v pada pin-36
  • Sinyal suara FM 5.5 Mhz dioutputkan dari pin-31 dan diinputkan ke bagian FM demodulator pada pin-33
  • Setelah melaui proses penguatan dan FM demodulator, Sinyal audio TV-mono langsung dioutputkan lewat pin-38 untuk disambungkan ke jack AUDIO-out
  • Sinyal audio TV-mono tidak langsung (setelah melalui kontrol volume dan kontrol TV/AV switch) dioutputkan melalui pin-28 untuk disambung ke Audio-amplifier mono
 
TMPA8873 mempunyai fasilitas audio stero-input switch :
  • Sinyal Audio R-L diinputkan lewat pin-22/32
  • Sinyal Audio R/L out dioutputkan dari pin-28/29
clip_image016
 sumber,sumarsono,nanoservs.blogspot.com***