Label

Sabtu, 22 Agustus 2015

Macam-macam Tuner

Memahami macam-macam jenis Tuner


Berdasarkan sistim cara kerjanya tuner dapat dikategorikan menjadi 2 macam, yaitu
  • Tuner VS (Voltage Synthesizer). Menggunakan kontrol tegangan untuk band-switch maupun VT (0~32v)
  • Tuner FS (Frequency Synthesizer) atau kadang juga disebut tuner PLL (Phase Lock Loop). Menggunakan kontrol band-switch dan VT lewat jalur SDA-SCL
 
Tuner 8-pin merupakan tuner model lama  dan  merupakan jenis Tuner VS.
  • Jenis tuner ini menggunakan sistim 3 band-switch
  • Umumnya mendapat tegangan suply 12v
  • Mempunyai pin : IF-out, 12v, AFC, VL, VH, UHF, BT, AGC.
 
Tuner 11-pin merupakan tuner model-model baru sekarang. Kebanyakan mempunyai tegangan suply 5v (ada pula yang 12v). Dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
  • Tuner VS dengan 2 band-switch dengan pin : IF-out, 5v, BS-1, BS-2, VT, AGC
  • Tuner VS dengan 3 band-switch dengan pin : IF-out, 5v, VL, VH, UHF, BT, AGC
  • Tuner FS (PLL) : dengan pin IF-out, 33v, 5v, SDA, SCL, VT (Nc), AGC
 
PERBEDAAN antara Tuner VS 2 band-switch dengan 3 band-switch.
Tuner VS 2 band-switch :
  • Posisi VL     BS-1 = 0v, BS-2 = 5v
  • Posisi VH     BS-1= 5v, BS-2 = 0v
  • Posisi UHF  BS-1 = 5v, BS-2 = 5v
Tuner VS 3 band-switch
  • Posisi VL      VL = 5v, VH = 0v, UHF = 0v
  • Posisi VH      VL = 0v, VH = 5v, UHF = 0v
  • Posisi UHF    VL = 0v, VH = 0v, UHF = 5v
 
MEMBEDAKAN antara Tuner FS dengan Tuner 2 band-switch.
  • Tuner VS 2 band-switch tidak mempunyai pin-33v. Pin-VT mendapat tegangan 0 ~ 32v
  • Tuner FS pin-VT Nc (not connected….atau tidak disambung)
 
KONSTRUKSI tuner umumnya terdiri dari 2 bagian, yaitu
  • Bagian VH, yaitu VH-low dan VH-high
  • Bagian UHF
Oleh karena mungkin saja hanya salah satu bagian yang rusak.
 
 
MODUL TUNER-IF
Pada teve klas atas kadang dipergunakan Tuner-modul dimana didalamnya sudah ada sirkit :
  • RF Tuner jenis FS
  • Sirkit Video IF dan detektor
  • Sirkit Audio IF dan detector
Kecuali ketiga hal diatas, juga masih ada kemungkinan sirkit tambahan seperti :
  • Sirkit Audio Streo prosesor.
  • Sirkit Volume kontrol
  • Sirkit Audio TV/AV switch.
 
Dari Tuner modul  dapat dioutputkan :
  • Sinyal Video (gambar)
  • Sinyal Audio (suara) mono atau stereo
  • Atau mungkin sinyal Base-band, yag merupakan sinyal yang dapat diproses oleh sirkit audio stereo prosesor diluar modul.
 
FREKWENSI SIARAN TV on-air (lewat udara) :
Frekwensi VHF            Band I      - VL       41 –  68 Mhz
                                    Band III    - VH     174 - 230 Mhz
Frekwensi UHF           Band IV    - U       470 - 581 Mhz
                                    Band V     - U       582 - 960 Mhz
Antara Band I dan Band II digunakan untuk frekwensi Radio FM
 
FREKWENSI IF-OUT
  • Berdasarkan frekwensi IF-out ada beberapa macam keluaran (38.0, 38.9, 45.75)
  • Untuk Indonesia yang digunakan adalah frekwensi 38.9 Mhz
 
Menganti tuner dengan tipe lain.
  • Jenis Tuner VS umumnya tidak ada masalah jika diganti dengan tipe lain sesama jenis VS.
  • Untuk jenis Tuner FS mengganti dengan tipe lain ada banyak kemungkinan tidak bisa bekerja. Hal ini disebabkan setiap tuner didalamnya mempunyai “program yang berbeda”
  • sumber marsosno *****nanoservice blogspot.com*****

Senin, 20 April 2015

TV LG SOUND MAX JADUL TIDAK DAPAT CHANEL

TV LG SOUND MAX JADUL TIDAK DAPAT CHANEL
Jumpa lagi para browser setelah sekian lama vakum,kangen juga ngeblog…. ini sebenarnya hanya sekedar catatan  saya pribadi ,kasus tv ini semula saya pikir hanya kerusakan pada tuner saja…tapi setelah cek and receek perlu juga penelusuran jauh ,karena pada vc5v dan 33 v terdeteksi normal…hanya yang janggal pada clk dan data yanga hilang entah raib kemana.setelah penelusuran yang cukup melelahkan akhirnya ketemu juga biang keroknya…yang memang sebelumnya tv ini juga hilang displaynya…dan titik temu kerusakan terletak pada IC program yang saya lupa mencatatnya….pada pin display sebelum memang hilang tegangannya yang -+2v dan di susul penyakit baru yang saya sebutkan diatas ternyata sama pada pin data dan clk hilang juga.Jurus penyuntikanpun saya lakukan dan ternyata membuahkan hasil….
Jadi kerusakan:
@.hilangnya tegangan pada pin IC program .
Solusi       ;
Suntik atau jemper dengan R 4k7 dangan vcc5v.





***nano service blogspot.com***

Rabu, 28 Mei 2014

CARA MENGATASI LAYAR GELAP PADA TV SAMSUNG

Emisi RGB kalau sudah tidak seimbang berat pada CRT Samsung dapat menyebabkan :

  • Layar blank tanpa OSD – kalau screen dinaikkan akan timbul garis-garis blangking
  • Dengan memutar-mutar VR screen kadang layar masih bisa nyala. Tapi jika pesawat dimatikan kemudian dihidupkan lagi, layar akan kembali blank, walaupun G2 sudah diadjust.
  • Atau mungkin pesawat blank sama sekali tidak mau nyala.
Kerusakan demkian dapat di-siasati dengan cara :
Cara.1
  • Masuk service mode.
  • Kalau layar masih blank belum mau nyala, putar-putar VR screen sehingga layar mau menyala dengan tampilan service mode
  • Masuk menu Video Adjustment.1
  • Pilih item AKB (auto white balance)
  • Non-aktipkan fungsi AKB dengan merubah data dari “0” menjadi “1”
  • Selanjutnya pilih item Video Adjustment
  • Adjust White Balance (RGB cut-off dan RGB drive) – maksimalkan nilai data emisi yang lemah - dan kalau perlu kurangi data emisi yang masih terlalu kuat – agar mendapatkan white balance sebagus mungkin
Cara.2
  • Pasang mesin pada CRT lain yang masih bagus.
  • Masuk service mode
  • Masuk menu Video Adjustment.1
  • selanjutnya sama seperti cara.1
Cara.3
  • Pin-RGB input pada konektor board CRT soket disambung dengan cara di-solder dijadikan satu
  • Biasanya layar bisa menyela.
  • Selanjutnya seperti cara.1.
  • Jangan lupa melepas solderan RGB input setelah selesai.
sumber Marsono***nanoservs.blogspot.com*** 
********************

Selasa, 13 Mei 2014

Data pin serta tegangan ic TDA9381PS/XX


Data pin serta tegangan ic TDA9381PS/XX

1.stanby-6,1v *
2.scl-3,3v *
3.sda-3,2v *
4.tuning-2,7v *
5.av1-0v *
6.av2-5v *
7.key/led-3,3v *
8.stat av grad-0v *
9.vss c/p-0v *
10.band system-0v *
11.m/L/L-4,6V *
12.VSS.A-0V *
13.SEC PLL-2,3V
14.VP2-7,9V
15.DEC-4,0V
16.PH2LF-3,5V
17.PH1LF-3,9V
18.GND
19.DES.BG-4,0V
20.AVL-4,8V
21.VDRB-1,1V
22.VDRA-1,1V
23.IF1-1,9V
24.IF2-1,9V
25.IREF-0V
26.VSC-3,8V
27.TUNER AGC-1,7V
28.AU/DEM/SIF-2,3V
29.DES/COM/SF-2,3V
30.GND
31.SOUND PLL/SIF AGC-2,2V
32.AVL/RGF-0V
33.H-OUT-0,6V
34.FBI.SD-0,5V
35.AUDIO EXT-3,7V
36.EHT-1,7V
37.PLL.IF-2,4V
38.IF VO/SVO-3,3V
39.VP1-7,9V
40.CVBS.INT-3,9V
41.GND
42.CVBS/Y-3,7V
43.CHROMA-1,5V
44.AUDIO OUT/AM OUT-3,3V
45.FBL IN-4V
46.R2/V IN-2,5V
47.G2/Y IN-2,5V
48.B2/U IN-2,5V
49.BCL IN-2,3V
50.I BLACK-5,9V
51.R OUT-3,1V
52.G OUT-3,1V
53.B OUT-3,1V
54.VDD A-3,3V
55.VPE-0V
56.VDD C-3,3V
57.OSC-GND
58.X-TAL - 12M
59.X-TAL - 12M
60.RESET-0V *
61.VDD P-3,3V *
62.GRAD P1,0/INT1-0V *
63.STAT P1,0/TO-0V *
64.IR IN-4,9V *
***nanoservs.blogspot.com***

Kerusakan tidak terima siaran – raster nyala biru saja


Kerusakan tidak terima siaran – raster nyala biru saja
 
Problem : Teve tidak terima siaran – raster hanya biru saja (dicek lewat AV-in gambar OK)
Problem semacam ini dapat disebabkan 3 macam hal :
  1. Switch TV/AV
  2. Video IF
  3. Tuner
 
1. Untuk memastikan bahwa switch TV/AV ok, maka caranya adalah sebagai berikut
  • Lakukan auto search
  • Ohm meter pada posisi x1
  • Probe merah tempelkan ke ground
  • Sentuh-sentuh pin-Video out dari bagian VIF dengan probe hitam
  • Raster harus kedip-kedip
 
2. Untuk meastikan bahwa bagian VIF ok, maka caranya adalah sebagai berikut
  • Lakukan auto-search
  • Raster harus muncul “noise” (semut)
  • Jika pin IF-in dari ic VIF disentuh-sentuh dgn salah satu probe meter – raster harus kedip-kedip kuat
Jika saat auto-search tidak ada noise, maka
  • Cek tegangan Vcc untuk bagian VIF
  • Cek tegangan pada filter IF/RF AGC – cek komponen pada pin ini
  • Cek tegangan pada RF AGC out yang ke tuner – cek komponen pada pin ini
  • Jika tegangan Vcc sudah ada, tetapi tidak ada tegangan pada pin IF/RF AGC filter dan RF AGC out – maka kemungkinan ic VIF rusak.
Saat auto-search sudah ada noise, maka
  • Kerusakan kemungkinan ada pada bagian Pre-amp IF atau pada tuner.
  • Coba open pin-IF out dari tuner (dgn cara disedot solderannya)
  • Sentuh-sentuh input yang menuju ke bagian Pre-amp IF
  • Raster harus tampak sedikit kedip-kedip
Jika tidak kedip, maka
  • Periksa tegangan pada transistor Pre-amp IF,
  • Reriksa sambungan atau kopel anatara pin-IF out ke basis transistor Pre-amp,
  • Atau mungkin SAW filter rusak.
 
3. Memastikan kerusakan Tuner
  • Pastikan tuner sudah ada tegangan suply Vcc dan tegangan RF AGC
  • Coba open pin-IF out dari tuner (dgn cara disedot solderannya)
  • Lakukan auto-serch
  • Amati noise
  • Sambung kembali pin-IF out menggunakan ujung probe meter – maka noise seharusnya bertambah tajam
  • Jika noise tidak bertambah tajam – maka jelas tuner rusak.
Jika noise dapat bertambah tajam, maka selanjutnya yang diperiksa adalah :
  • Lakukan auto search
  • Sentuh-sentuh antena input dgn obeng (logam)
  • Raster harus kedip-kedip
  • Jika tidak kedip – maka dipastikan tuner rusak
Jika antena disentuh raster sudah kedip, maka selanjutnya yang perlu diperiksa adalah
Tuner jenis VS (voltage synthesizer)
  • Lakukan auto search
  • Periksa apakah tegangan band switch sudah bekerja
  • Periksa apakah tegangan tuning 0 ~ 30v sudah ada
Tuner jenis FS (frequency synthesizer) atau PLL
  • Cek tegangan pada pin SDA-SCL
  • Cek tegangan 30v fixed pada pin yang dekat IF out
  • Lakukan auto-search
  • Cek tegangan 0~30v pada pin VT yang dekat antena input (pada tuner tertentu kadang pin ini kosong)

Catatan :
  • Tuner tidak dapat menangkap siaran
  • Padahal antena input sudah kedip jika disentuh
  • Semua tegangan diperiksa ok
  • Maka hal ini dapat disebabkan karena salah seting pada data service menu

Sumber marsono***nanoservs.blogspot.com***

Sabtu, 10 Mei 2014

Beberapa penyebab horisontal osilator belum bekerja


Beberapa penyebab horisontal osilator belum bekerja


Jika bagian horisontal belum bekerja, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah :
  • Periksa dengan ohm meter apakah jalur B+ short dengan ground. Biasanya disebabkan karena transistor HOT short
  • Hidupkan pesawat. Periksa apakah tegangan suply B+ sudah ada.
 
Jika kedua hal tersebut diatas sudah OK, maka kemungkinan osilator horisontal pada ic jungel belum bekerja. Tergantung dari desain sistim kerja ic jungel maka osilator horisontal belum bekerja kerja dapat disebabkan antara lain oleh :
  • Tegangan suply pada pin-H.Vcc ic jungel tidak ada atau kurang dari spesikasinya. Kebanyakan teve model lama mempunyai tegangan kerja pada sebesar 8v dan pada teve baru hanya 5v. Sebenarnya yang dibutuhkan pada sirkit bagian ini adalah “arus” yang melalui pin-H Vcc yang ditentukan oleh “RESISTOR” yang dipasang pada pin ini. Oleh karena itu mengganti “NILAI” resistor dari aslinya dapat menyebabkan ic jungel rusak atau osilator tidak bekerja.
  • (teve model lama) Keramik resonator 500khz rusak (biasanya berwarna biru atau orange)
  • Beberapa tipe ic jungel ada yang menggunakan resistor pull up pada bagian outputnya ( misal TDA8366, TDA8842). Jika resistor putus maka akan menyebabkan basis transistor driver tidak mendapat tegangan bias.
  • Jalur hubungan pulsa SDA-SCL antara mikrokontrol dengan ic jungel putus atau jalur yang ada yang short disebabkan kerusakan pada part lain.
  • Beberapa tipe ic jungel osilator horisontal dihidup-matikan oleh kontrol pulsa SDA/SCA dari mikrokontrol (contoh adalah TDA8842). Osilator tetap belum mau bekerja walaupun sudah ada tegangan suply H Vcc, jika mikrokontrol belum bekerja
  • X-ray protektor dipasang untuk mematikan osilator horisontal jika tegangan tinggi flyback over.. TV model lama X-ray protektor aktip bekerja dengan menshort ke ground tegangan H.Vcc. Ada kerusakan salah satu part pada sirkit X-ray protektor dapat menyebabkan ada tegangan pemicu X-ray protektor bekerja.
  • Beberapa ic jungel model lama kadang mempunyai pin-Xray input (misal TA8690, TA8659). Normal pin X-ray tegangannya adalah nol. Jika pada pin-Xray input diukur ada tegangan (walaupun kecil)  maka osilator tidak mau bekerja.
 
Kerusakan pada bagian horisontal driver  dapat disebabkan karena :
  • Tidak ada suply tegangan ke kolektor.
  • Kadang dijumpai tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver dilepas tegangan kolektor ada (misal pada TDA8844). Ini bukan kerusakan bagian driver. Problem disebabkan pada ic jungel yang belum bekerja atau rusak. Menyebabkan tegangan basis transistor driver over.
  • Tidak ada tegangan pada basis transistor driver. Hal ini dapat disebabkan osilator horisontal belum bekerja atau ic jungel rusak, jalur ada yang putus, atau resistor pull-up pada pin hor-out ic jungel rusak.
  • Pada model teve tertentu kadang pada jalur basis transistor driver dipasang semacam transistor protektor yang disambungkan ke bagian vertikal-out, dimana kolektor-emitor transistor protektor ini akan men-short-kan ke ground tegangan basis jika ada problem pada bagian vertikal. Coba open dahulu transistor ini.
  • Walaupun jarang terjadi kadang disebabkan tranfo horisontal driver rusak (kumparan short)
  • Transistor driver rusak.
 

Untuk mengetahui bahwa osilator horisontal & driver horisontal keduanya sudah bekerja dapat dilakukan dengan cara mengukur tegangan pada bagian sekunder tranfo horisontal driver. Umunya kalau diukur ada tegangan sekitar 2v AC., jika basis transistor HOT diopen.

Kamus :
  • Resistor pull-up = resistor yang dipasang pada salah satu pin-ouput ic dan disambung ke jalur suply Vcc
  • Resistor pull-down = sama seperti pull-up tetapi disambung ke ground
  • IC Jungel = awalnya merupakan istilah untuk penamaan ic horisontal-vertikal osilator
  Sumber Marsono***nanoservs.blogspot.com***
***********
Top of Form