Jumat, 12 Mei 2017

Trobelshuting bagian vertikal (part.1) 

 Karena sering terjadi kerusakan pada bagian vertikal maka saya sengaja copas dari Pak marsosno sekedar merefresh ingatan kita kembali

 
 
Merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya (baca)

Memperbaiki kerusakan bagian vertikal gampang-gampang susah. Umumnya sih memang gampang. tetapi kadang memang dijumpai ada yang susah. Agar lebih mudah maka pahami dahulu cara kerjanya.  

Sirkit defleksi vertikal dapat dibagi menjadi 3 bagian :
  1. Vertikal-out amplifier - umumnya menggunakan sebuah ic
  2. Vertikal feedback (umpan balik)
  3. Vertikal osilator - merupakan bagian dari ic jungel
 
1. Bagian vertikal-out
  • Lihat contoh skema dibawah
  • Sirkit demikian dinamakan ac-kopel
  • Tegangan suply Vcc diberikan pada pin-6. Umumnya mendapat tegangan suply Vcc sekitar 25v.
  • Sinyal berbentuk gigi gergaji di-inputkan pada pin-4 - yang dihubungkan secara langsung (dc kopel) dari ic jungel.
  • Sinyal output dikeluarkan dari pin-2 - dan dihubungkan secara langsung ke kumparan def yoke
  • Jalur sinyal output adalah  pin-2 >>> Def Yoke >>> C311 >>> R303
  • Pin-2 pada kondisi normal umumnya mempunyai tegangan dc sekitar setengah tegangan Vcc
  • C311 2200u/35v berfungsi seperti halnya kapasitor kopel pada audio-amplifier. Yaitu untuk memblokir agar tegangan dc pada pin-2 tidak short ke ground. Tetapi dapat melewatkan pulsa-pulsa vertikal yang bersifat sebagai ac
  • R310 yang diseri dengan C310 merupakan sirkit untuk mencegah agar bagian vertikal out tidak berosilasi. Sirkit seperti ini juga dapat diketemukan pada sirkit Audio amplifier. Kalau sampai terjadi osilasi akan meyebabkan ic sangat panas.
  • Pada saat “vertikal retrace” – yaitu saat scanning vertikal dari sampai pada bagian bawah layar dan kemudian kembali ke bagian atas – dibutuhkan waktu kembali yang sangat cepat. Untuk itu pada saat retrace bagian vertikal-out membutuhkan suply “yang hanya sesaat itu”  tegangan suply yang lebih besar (2x Vcc)
  • Tegangan suply untuk saat vertikal-retrace ini disediakan oleh bagian sirkit PUMP-UP atau kadang dinamakan FLYBACK-GENERATOR yang biasanya sekitar (2 x 25v)
  • Sirkit Pump-up membutuhkan komponen eksternal yang terdiri dari sebuah Diode D302 dan sebuah elko C307.
  • Pin-7 mengeluarkan pulsa-pulsa vertikal dan biasanya digunakan untuk mensuply pulsa vertikal (V sync) ke ic mikrokontrol untuk OSD
  • Pada teve tertentu sinyal pulsa-pulsa dari pin-7 kadang juga digunakan sebagai “sampling” sensor untuk protek. Jika bagian vertikal tidak kerja maka akan menyebabkan teve mati protek.

2. Bagian vertikal feed-back atau umpan balik.
  • Feed-back atau umpan balik diberikan dari vertikal-out – ke bagian dari vertikal osilator (ramp generator)
  • Berfungsi untuk mengatur “linearitas” bagian penguat defeleksi vertikal.
  • Ada 2 macam jalur feed-back – yaitu (1) dc feed-back  dan (2) ac feed-back
  • Jalur dc feed-back  adalah dari tegangan dc dari pin-2 >>> Def Yoke >>> R306 >>> R313 >>> ic jungel. Dinamakan demikian karena umpan balik merupakan tegangan dc dari vertikal-out ke ramp generator.
  • Jalur ac feed-back  adalah dari pin-2 >>> Def Yoke >>> C311 2200u/35v >>> R305 >>> ic jungel. Dinamakan demikian karena merupakan umpan balik berupa sinyal ac yang telah melewati elko C311.
clip_image002
 
3. Bagian vertikal osilator yang lokasinya pada ic jungel (lihat skema dibawah)
  • Frekwensi vertikal diperoleh dari frekwensi horisontal
  • Menggunakan sirkit yang dinamakan Vertikal Count-Down atau pembagi vertikal, maka frekwensi horisontal yang tinggi dibagi-bagi sehingga memperoleh  frekwensi vertikal yang rendah.
  • Frekwensi vertikal yang dihasilkan dari V Count-down tidak tepat 50hz (PAL) ataupun 60Hz (NTSC)
  • Oleh sinyal sinkronisasi yang diperoleh dari sirkit Sync Separator- maka frekwensi vertikal akan dibuat agar sinkron sesuai dengan sinyal yang diterima. Jika yang diterima sinyal PAL maka frekwensi vertikal akan sinkron pada frekwensi 50Hz. Jika yang diterima sinyal NTSC maka frekwensi vertikal akan sinkron pada  60Hz. Jadi secara otomatis besarnya frekwensi vertikal akan mengikuti sistim sinyal video yang diterima.
  • Output dari sirkit V Count-down bentuknya masih berupa sinyal kotak. Sirkit Ramp-Generator berfungsi untuk merubah sinyal kotak menjadi sinyal yang berbentuk gigi-gergaji. Ramp generator membutuhkan komponen eksternal, yaitu sebuah kapasitor C316 untuk pembentuk sinyal gigi-geraji. Kadang pada bagian ini juga terdapat sebuah resistor dengan nilai ratusan kilo atau mega.
  • Pin-23 V NFB (vertkal negatif feedback) mendapat tegangan dc feed-back dari bagian Vertikal-out
  • Tidak ada tegangan dc  feed-back, maka akan menyebabkan pin-24 tidak akan mengeluarkan sinyal ouput (tidak ada tegangan output)

clip_image004
 
TROBELSHUTING

1. Menjumpai kerusakan vertikal satu garis, maka langkah yang perlu dilakukan adalah :
  • Periksa apakah bagian vertikan-out amplifier telah bekerja - baca. item-2 dibawah.
  • Periksa apakah ada tegangan umpan balik (vertikal feed-back) pada ic jungel pin-23 (V NFB, vertikal negatip feedback) – baca item-4 dibawah.
  • Jika keduanya diatas OK – berarti problem pada ic jungel –baca item-5 dibawah.
  • Pada teve model lama – periksa switch Normal-Service. Mungkin pada posisi Service
  • Kerusakan diode pump-up (open atau putus) juga dapat menyebabkan vertikal satu garis
 
2. Cara memeriksa apakah bagian vertikal-out amplifier sudah kerja.
  • Open atau sedot solderan pada pin-24 ( V out) ic jungel
  • Siapkan Ohm-meter pada posisi x1
  • Probe merah tempelkan ke-ground
  • Probe hitam sentuh-sentuhkan ke jalur menuju ke input ic Vertikal-out .
  • Jika bagian vertikal-out kerja normal – maka garis yang nampak pada layar akan lari-lari naik-turun

3. Bagian vertikal-out tidak kerja
  • Periksa tegangan suply Vcc
  • Periksa tegangan pada bagian output pin-2. Jika tidak ada tegangan maka kemungkinan ic vertikal rusak
  • Periksa hubungan jalur sinyal output dari pin-2 >>> konektor def yoke >>> elko C311 2200u/35v >>> Resistor nilai kecil R303
 
4. Tegangan vertikal feed-back tidak ada
  • Periksa apakah sudah ada tegangan pada bagian vertikal out pin-2
  • Periksa komponen-komponen pada jalur dc feedback
  • Problem pada ic jungel yang menyebabkan vertikal satu garis.
  • Tidak ada tegangan dc feed-back pada pin-V NFB
  • Tidak ada tegangan suply Vcc pada ic jungel
  • Kapasitor pada sirkit Ramp-generator short
  • Kadang  pada sirkit ramp-generator  terdapat sebuah resistor (ratusan kilo). Periksa mungkin resistor nilai molor.
  • IC jungel rusak
  • Problem pada ic memori (pada sirkit yang sudah menggunakan teknologi I2Cbus sda/scl)

5. Vertikal osilator tpada ic jungel tidak kerja, dapat disebabkan karena
  • Tidak ada suply tegangan Vcc pada ic jungel (biasanya tegangan diperoleh dari flyback)
  • Kapasitor filter pada Ramp-generator short (bocor)
  • Kadang ada sebuag resistor yang nilainya ratusan kilo pada ramp-generator. Periksa niali resistor tersebut, mungkin nilainya molor.
  • Kerusakan ic memori pada teve yang sudah menggunakan teknologi I2Cbus (sda/scl)
  • Ic jungel rusak

6. Vertikal tidak penuh atas-bawah – dapat disebabkan antara lain.
  • Periksa dahulu adjustment vertikal size
  • Periksa tegangan suply Vcc pada ic jungel (mungkin tegangan drops)
  • Resistor kecil R303 – mungkin nilai molor
  • Kadang resistor R303 menggunakan dua buah resistor yang dipasang paralel. Mungkin salah satu putus.
  • Kapasitor pada sirkit Ramp-generator nilai mengecil
  • Elko kopel C311 2200u/35v nilai mengecil (kering)
  • IC vertikal-out rusak

7. Vertikal tidak linear atau melipat pada bagian bawah – dapat disebabkan karena :
  • Paling sering disebabkan kerusakan part pada jalur feeddback – yang disebabkan karena nilai komponen  berubah. Periksa nilai komponen resistor dan elko.
  • Dapat pulsa disebabkan ic vertikal rusak.

8. Vertikal tidak linear atau tidak penuh pada bagian atas.
  • Umumnya disebabkan karena tegangan suply Vcc pada ic vertikal-out drops. Periksa elko filter pada suply Vcc dengan ESR meter.
  • Dapat pula disebabkan kerusakan ic vertikal-out
  • Ada gangguan beberapa garis-garis blanking pada bagian atas layar. Umumnya gangguan terjadi karena tegangan pump-up kurang. Disebabkan elko pump-up kering.
  • Jika def yoke pernah diiganti dengan impedansi (ohm) yang lebih tinggi – kadang dapat menyebabkan tmbulnya problem ini.
  • Adjustment Vertikal-Lin dan Vertikal-center (V Pos) yang tidak tepat kadang juga dapat menimbulkan problem ini

9. Tentang tegangan pump-up
  • Tegangan pump-up yang besarbya 2x  tegangan suply Vcc dibutuhkan hanya pada saat vertikal retrace.
  • Sirkit pump-up membutuhkan eksternal komponen yang terdiri dari sebuah elko dan sebuah diode.
  • Kerusakan pada salah satu part tersebut akan menyebabkan tegangan pump-up drops.
  • Akibatnya pulsa vertikal blangking akan drops – yang ditunjukkan dengan gejala munculnya beberapa garis-garis blangking pada bagian atas layar.
  • Diode pump-up open (putus) akan menyebabkan bagian ic vertikal out tidak kerja (problem satu garis)
 
clip_image002[1]
  • Gambar diatas adalah merupakan bentuk sinyal vertikal out
  • Pulsa-pulsa yang mempunyai level tinggi adalah pulsa vertikal retarce – dimana membutuhkan suply tegangan pum-up.

Sabtu, 09 April 2016

CARA MUDAH RESET PRINTER CANON IP2770/IP2700



Printer Canon bermasalah? keluar kode Eror 5200 Waste ink Tank Absorber Full. Kami bimbing Cara reset mudah Printer Canon IP 2770 / IP 2700 ataupun merk printer Cannon lainnya untuk mengembalikan pengaturannya keawal.


Tutorial mudah Me-reset Printer Canon IP2770 / IP 2700

Letak tombol :
https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-AsvR5RggJAc%2FVS6dowMu9QI%2FAAAAAAAABVU%2F4aNiGFbqS90%2Fs1600%2FTombol%252BCanon.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*
  1. Matikan Printer Canon IP 2770 / IP 2700 (kabel power/listrik dan USB tetap terpasang) 
  2. Tekan dan tahan tombol RESUME dan tahan 
  3. Tekan tombol POWER sampai lampu hijau nyala (tombol resume tidak dilepas) 
  4. Lepas tombol RESUME (tombol POWER tetap ditahan) 
  5. Tekan tombol RESUME 5 kali. Led akan menyala bergantian orange hijau dgn nyala terakhir orange. (jangan keliru 4x karena printer akan mati total, tetapi sifatnya sementara juga) 
  6. Lepaskan kedua tombol secara bersamaan. 
  7. Led akan blink sebentar setelah itu akan nyala HIJAU. 
  8. Komputer akan mendeteksi device baru, abaikan saja 
  9. Sekarang printer dlm keadaan SERVICE MODE serta siap direset. 
Catatan : 
Jika salah pencet, cabut kabel power dan biarkan printer sekitar 2 menit. Colokkan kembali dan ulangi langkah diatas.

  • Setelah langkah diatas, selanjutnya download software Resetter Canon IP 2770 / IP 2700 disini atau disini
  • Atau bisa menggunakan alternatif resetter Cannon terbaru disini
Cara download
klik link diatas, tunggu 5 detik dan klik SKIP AD /Lewati

Cara menggunakan Resetter Cannon IP 2770 / IP 2700
1. Extract sofware dengan cara klik kanan
2. Jalankan software
3. siapkan dua kertas/lebih diprinter
4. Klik “MAIN”, maka printer akan print satu halaman
5. Klik ” EEPROM Clear “.
6. Kemudian klik ” EEPROM “, printer akan print
7. Setelah itu Matikan Printer dan hidupkan kembali.
8. Untuk jelasnya lihat gambar ini :

  • Untuk koleksi resetter printer lengkap Cannon dan Epson disini 
  • Untuk masalah Printer Canon IP2770 / IP 2700 menarik kertas separuh dan gagal ngeprint solusinya disini
  • Untuk printer yang tidak bisa menarik kertas solusi disini atau video disini
  • Cara Reset canon MP145 / MP150 / MP160 disini

Sabtu, 22 Agustus 2015

Macam-macam Tuner

Memahami macam-macam jenis Tuner


Berdasarkan sistim cara kerjanya tuner dapat dikategorikan menjadi 2 macam, yaitu
  • Tuner VS (Voltage Synthesizer). Menggunakan kontrol tegangan untuk band-switch maupun VT (0~32v)
  • Tuner FS (Frequency Synthesizer) atau kadang juga disebut tuner PLL (Phase Lock Loop). Menggunakan kontrol band-switch dan VT lewat jalur SDA-SCL
 
Tuner 8-pin merupakan tuner model lama  dan  merupakan jenis Tuner VS.
  • Jenis tuner ini menggunakan sistim 3 band-switch
  • Umumnya mendapat tegangan suply 12v
  • Mempunyai pin : IF-out, 12v, AFC, VL, VH, UHF, BT, AGC.
 
Tuner 11-pin merupakan tuner model-model baru sekarang. Kebanyakan mempunyai tegangan suply 5v (ada pula yang 12v). Dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
  • Tuner VS dengan 2 band-switch dengan pin : IF-out, 5v, BS-1, BS-2, VT, AGC
  • Tuner VS dengan 3 band-switch dengan pin : IF-out, 5v, VL, VH, UHF, BT, AGC
  • Tuner FS (PLL) : dengan pin IF-out, 33v, 5v, SDA, SCL, VT (Nc), AGC
 
PERBEDAAN antara Tuner VS 2 band-switch dengan 3 band-switch.
Tuner VS 2 band-switch :
  • Posisi VL     BS-1 = 0v, BS-2 = 5v
  • Posisi VH     BS-1= 5v, BS-2 = 0v
  • Posisi UHF  BS-1 = 5v, BS-2 = 5v
Tuner VS 3 band-switch
  • Posisi VL      VL = 5v, VH = 0v, UHF = 0v
  • Posisi VH      VL = 0v, VH = 5v, UHF = 0v
  • Posisi UHF    VL = 0v, VH = 0v, UHF = 5v
 
MEMBEDAKAN antara Tuner FS dengan Tuner 2 band-switch.
  • Tuner VS 2 band-switch tidak mempunyai pin-33v. Pin-VT mendapat tegangan 0 ~ 32v
  • Tuner FS pin-VT Nc (not connected….atau tidak disambung)
 
KONSTRUKSI tuner umumnya terdiri dari 2 bagian, yaitu
  • Bagian VH, yaitu VH-low dan VH-high
  • Bagian UHF
Oleh karena mungkin saja hanya salah satu bagian yang rusak.
 
 
MODUL TUNER-IF
Pada teve klas atas kadang dipergunakan Tuner-modul dimana didalamnya sudah ada sirkit :
  • RF Tuner jenis FS
  • Sirkit Video IF dan detektor
  • Sirkit Audio IF dan detector
Kecuali ketiga hal diatas, juga masih ada kemungkinan sirkit tambahan seperti :
  • Sirkit Audio Streo prosesor.
  • Sirkit Volume kontrol
  • Sirkit Audio TV/AV switch.
 
Dari Tuner modul  dapat dioutputkan :
  • Sinyal Video (gambar)
  • Sinyal Audio (suara) mono atau stereo
  • Atau mungkin sinyal Base-band, yag merupakan sinyal yang dapat diproses oleh sirkit audio stereo prosesor diluar modul.
 
FREKWENSI SIARAN TV on-air (lewat udara) :
Frekwensi VHF            Band I      - VL       41 –  68 Mhz
                                    Band III    - VH     174 - 230 Mhz
Frekwensi UHF           Band IV    - U       470 - 581 Mhz
                                    Band V     - U       582 - 960 Mhz
Antara Band I dan Band II digunakan untuk frekwensi Radio FM
 
FREKWENSI IF-OUT
  • Berdasarkan frekwensi IF-out ada beberapa macam keluaran (38.0, 38.9, 45.75)
  • Untuk Indonesia yang digunakan adalah frekwensi 38.9 Mhz
 
Menganti tuner dengan tipe lain.
  • Jenis Tuner VS umumnya tidak ada masalah jika diganti dengan tipe lain sesama jenis VS.
  • Untuk jenis Tuner FS mengganti dengan tipe lain ada banyak kemungkinan tidak bisa bekerja. Hal ini disebabkan setiap tuner didalamnya mempunyai “program yang berbeda”
  • sumber marsosno *****nanoservice blogspot.com*****

Senin, 20 April 2015

TV LG SOUND MAX JADUL TIDAK DAPAT CHANEL

TV LG SOUND MAX JADUL TIDAK DAPAT CHANEL
Jumpa lagi para browser setelah sekian lama vakum,kangen juga ngeblog…. ini sebenarnya hanya sekedar catatan  saya pribadi ,kasus tv ini semula saya pikir hanya kerusakan pada tuner saja…tapi setelah cek and receek perlu juga penelusuran jauh ,karena pada vc5v dan 33 v terdeteksi normal…hanya yang janggal pada clk dan data yanga hilang entah raib kemana.setelah penelusuran yang cukup melelahkan akhirnya ketemu juga biang keroknya…yang memang sebelumnya tv ini juga hilang displaynya…dan titik temu kerusakan terletak pada IC program yang saya lupa mencatatnya….pada pin display sebelum memang hilang tegangannya yang -+2v dan di susul penyakit baru yang saya sebutkan diatas ternyata sama pada pin data dan clk hilang juga.Jurus penyuntikanpun saya lakukan dan ternyata membuahkan hasil….
Jadi kerusakan:
@.hilangnya tegangan pada pin IC program .
Solusi       ;
Suntik atau jemper dengan R 4k7 dangan vcc5v.





***nano service blogspot.com***

Rabu, 28 Mei 2014

CARA MENGATASI LAYAR GELAP PADA TV SAMSUNG

Emisi RGB kalau sudah tidak seimbang berat pada CRT Samsung dapat menyebabkan :

  • Layar blank tanpa OSD – kalau screen dinaikkan akan timbul garis-garis blangking
  • Dengan memutar-mutar VR screen kadang layar masih bisa nyala. Tapi jika pesawat dimatikan kemudian dihidupkan lagi, layar akan kembali blank, walaupun G2 sudah diadjust.
  • Atau mungkin pesawat blank sama sekali tidak mau nyala.
Kerusakan demkian dapat di-siasati dengan cara :
Cara.1
  • Masuk service mode.
  • Kalau layar masih blank belum mau nyala, putar-putar VR screen sehingga layar mau menyala dengan tampilan service mode
  • Masuk menu Video Adjustment.1
  • Pilih item AKB (auto white balance)
  • Non-aktipkan fungsi AKB dengan merubah data dari “0” menjadi “1”
  • Selanjutnya pilih item Video Adjustment
  • Adjust White Balance (RGB cut-off dan RGB drive) – maksimalkan nilai data emisi yang lemah - dan kalau perlu kurangi data emisi yang masih terlalu kuat – agar mendapatkan white balance sebagus mungkin
Cara.2
  • Pasang mesin pada CRT lain yang masih bagus.
  • Masuk service mode
  • Masuk menu Video Adjustment.1
  • selanjutnya sama seperti cara.1
Cara.3
  • Pin-RGB input pada konektor board CRT soket disambung dengan cara di-solder dijadikan satu
  • Biasanya layar bisa menyela.
  • Selanjutnya seperti cara.1.
  • Jangan lupa melepas solderan RGB input setelah selesai.
sumber Marsono***nanoservs.blogspot.com*** 
********************

Selasa, 13 Mei 2014

Data pin serta tegangan ic TDA9381PS/XX


Data pin serta tegangan ic TDA9381PS/XX

1.stanby-6,1v *
2.scl-3,3v *
3.sda-3,2v *
4.tuning-2,7v *
5.av1-0v *
6.av2-5v *
7.key/led-3,3v *
8.stat av grad-0v *
9.vss c/p-0v *
10.band system-0v *
11.m/L/L-4,6V *
12.VSS.A-0V *
13.SEC PLL-2,3V
14.VP2-7,9V
15.DEC-4,0V
16.PH2LF-3,5V
17.PH1LF-3,9V
18.GND
19.DES.BG-4,0V
20.AVL-4,8V
21.VDRB-1,1V
22.VDRA-1,1V
23.IF1-1,9V
24.IF2-1,9V
25.IREF-0V
26.VSC-3,8V
27.TUNER AGC-1,7V
28.AU/DEM/SIF-2,3V
29.DES/COM/SF-2,3V
30.GND
31.SOUND PLL/SIF AGC-2,2V
32.AVL/RGF-0V
33.H-OUT-0,6V
34.FBI.SD-0,5V
35.AUDIO EXT-3,7V
36.EHT-1,7V
37.PLL.IF-2,4V
38.IF VO/SVO-3,3V
39.VP1-7,9V
40.CVBS.INT-3,9V
41.GND
42.CVBS/Y-3,7V
43.CHROMA-1,5V
44.AUDIO OUT/AM OUT-3,3V
45.FBL IN-4V
46.R2/V IN-2,5V
47.G2/Y IN-2,5V
48.B2/U IN-2,5V
49.BCL IN-2,3V
50.I BLACK-5,9V
51.R OUT-3,1V
52.G OUT-3,1V
53.B OUT-3,1V
54.VDD A-3,3V
55.VPE-0V
56.VDD C-3,3V
57.OSC-GND
58.X-TAL - 12M
59.X-TAL - 12M
60.RESET-0V *
61.VDD P-3,3V *
62.GRAD P1,0/INT1-0V *
63.STAT P1,0/TO-0V *
64.IR IN-4,9V *
***nanoservs.blogspot.com***